Varietas Unggul Kedelai Warnai Temu Teknologi Penas XVII Gorontalo 2026
Kementerian Pertanian menghadirkan berbagai inovasi pertanian terbaik di Indonesia dalam satu kawasan percontohan pertanian modern pada Gelar Teknologi Pekan Nasional (Penas) XVII di Gorontalo, yang berlangsung dari 20-25 Juni 2026. Kawasan percontohan tersebut bertujuan untuk mempercepat modernisasi pertanian sekaligus mendukung percepatan swasembada pangan.
Berbagai kalangan seperti dari petani, nelayan, penyuluh, dan mahasiswa menghadiri acara Temu Teknologi yang menjadi rangkaian utama Penas XVII pada Minggu (21/6/26). Kepala Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP), Prof. Dr. Ir. Fadjry Djufry, M.Si., GRCE, membuka acara tersebut secara langsung serta turut didampingi oleh para Kepala UK/UPT lingkup BRMP, termasuk Kepala BRMP Aneka Kacang, Dr. Nur 'Aini Herawati, S.Si., M.Sc.
Komoditas kedelai menjadi salah satu topik dalam forum tersebut. Fadjry memaparkan bahwa Indonesia memiliki bermacam varietas kedelai yang memiliki keunggulan spesifik terhadap berbagai kondisi lahan di nusantara serta mendukung pangan fungsional.
"Untuk lahan kering ada varietas Dering, lahan masam ada Demas, untuk tumpang sari ada Dena, kondisi di lahan sawah ada Denasa", ungkapnya.
Turut ditampilkan varietas Grobogan dan Dega 1 yang populer di kalangan petani karena bijinya yang berukuran besar dan potensi hasilnya yang tinggi.
Selain inovasi pada komoditas aneka kacang, pada kesempatan yang sama juga disampaikan teknologi untuk komoditas pangan seperti metode budidaya peningkatan produksi padi dengan sistem Pertanian Modern – Advanced Agriculture System (PM AAS), serta teknik budidaya intensif untuk meningkatkan produktivitas bawang putih.
Geltek Penas XVII yang dimotori oleh BRMP ini berfungsi sebagai jembatan diseminasi kepada pengguna teknologi. BRMP mengintegrasikan berbagai inovasi lintas sektor ke dalam satu kawasan demonstrasi agar peserta tidak sekadar menerima informasi, akan tetapi dapat mengamati kinerja teknologi secara langsung, berdiskusi dengan para ahli yang mendampingi lokasi demonstrasi, memahami cara penerapannya yang diharapkan dapat memberikan manfaat bagi pengembangan usaha tani mereka.